Kamis, 10 Desember 2009

Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian

Neraca Saldo adalah daftar saldo seluruh rekening/Perkiraan/Akun atau Daftar saldo seluruh Buku Besar yang ada pada suatu perusahaan.
Neraca Saldo merupakan merupakan dasar untuk menyususn Laporan Keuangan. Neraca Saldo terbagi dua, yaitu
  • Neraca Saldo sebelum penyesuaian
  • Neraca Saldo setelah penyesuaian

Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian adalah saldo2 buku besar sebelum disesuaikan dengan keadaan akhir tahun atau keadaan saat menyusun laporan keuangan. yang disesuaikan adalah nilai saldo tersebut saat dibukukan  dalam laporan keuangan, Apa yang dinilai dan bagaimana cara menyesuaikan diatur dalam kaidah akuntansi. 

Contoh Nerca Saldo CV Adam Computer sebelum penyesuaian posisi tgl 31 Des 2010

CV Adam Computer-Neraca Saldo - per 31-12-10

No
Nama Rekening/Perkiraan/Akun
Debet
Kredit
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kas
Persediaan
Peralatan
Hutang Bank
Modal
Biaya Sewa
Biaya Servis
Pendapatan servis
Biaya Gaji
78.500
   5.000
25.000


  5.000
  5.000

  1.500



  50.000
  50.000


  20.000

JUMLAH
120.000
120.000

Jumlah saldo Debet dan Kredit Neraca Saldo harus selalu sama. Dalam contoh diatas jumlahnya sama yaitu 120.000

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian adalah saldo2 buku besar  setelah disesuaikan dengan keadaan akhir tahun atau keadaan saat menyusun laporan keuangan. Yang disesuaikan adalah nilai saldo2 tertentu dalam neraca saldo. Apa yang dinilai dan bagaimana cara menyesuaikan diatur dalam kaidah akuntansi.  Penyesuaian saldo2 pada akhir tahun atas sebagian saldo rekening yang ada dalam neraca saldo tahun tersebut dilaksanakan dengan JURNAL PENYESUAIAN.

Menurut aturan akuntansi, setelah Neraca Saldo disusun, tidak seluruh angka2 saldo tersebut  bisa dipakai untuk menyusun laporan keuangan karena sebagian saldo Rekening/Perkiraan/Akun  belum menunjukan nilai yang seharusnya. Oleh karena itu sebagian saldo Rekening/Perkiraan/Akun perlu disesuaikan untuk mendapatkan nilai yang seharusnya menurut aturan akuntansi.
Jurnal penyesuaian dilakukan a.l untuk ;
  • Mengoreksi kesalahan pembukuan/jurnal
  • Menilai kewajiban/hutang  perusahaan yg harus dibayar (akrual)
  • Menilai pendapatan yang diterima perusahaan lebih awal dari yg seharusnya (deferal)
  • Menilai penyusutan aktiva yang dimiliki perusahaan
  • dll
Contoh Jurnal Penyesuaian
1. Pada tgl 1 Juli 2010, CV Adam Computer menyewa gedung yang akan dipergunakan sebagai kantor sekaligus tempat usaha sebesar Rp.5.000,- untuk selama 1 tahun      (1 Juli 2010 s.d 30 Juni 2011) dan dibayar tunai diawal

Menurut aturan akuntansi,  walaupun biaya sewa telah dibayar seluruhnya untuk masa 1 tahun sampai dengan 30 juni 2011  namun Perkiraan biaya sewa yang boleh ditampakan dalam  Laporan Keuangan adalah beban biaya s.d saat penyusunan laporan keuangan  yaitu s.d 31 des 2010 saja. Biaya selebihnya yaitu untuk sewa 1 Jan s,d 30 Juni 2011 harus dibukukan sebagai Biaya Yg Dibayar Dimuka
Oleh karena itu per 31 Des 2010  saldo Biaya Sewa pada Neraca Saldo harus disesuaikan denga jurnal penyesuaian sbb

Biaya Dibayar Dimuka      Rp.2.500
         Biaya Sewa                        Rp.2.500

(Biaya yg dibayar dimuka untuk 1 Jan s.d 30 jun 2011 = 6 bln/12 X Rp.5.000)

2. Pada tgl 2 Juli  2010, CV Adam Com puter meminjam uang di Bank untuk menambah modalnya sebesar Rp.50.000,- dengan bunga 12% setahun dan harus lunas tanggal 1 Juli 2011.


Menurut aturan akuntansi, biaya bunga  yg menjadi beban periode 2 juli 2010 s.d 31 Des 2010 harus  ditampilkan pada Laporan Keuangan.


Oleh karena itu pada Neraca Saldo harus ditambahkan  perkiraan Biaya Bunga dan Hutang Biaya Bunga dengan jurnal penyesuaian sbb


Biaya Bunga                          Rp.3.000
            Hutang Biaya Bunga               Rp.3.000
(Beban Bunga periode 2 juli 2010 s.d 31 Des 2010 = 6 bln/12 X 12% X Rp.50.000


3. Pada tgl 1 Okt 2010, CV Adam Computer membeli 4 unit peralatan untuk memperbaiki komputer senilai Rp.25.000,- dibayar tunai

Menurut aturan akuntansi, setiap Aktiva ( dalam contoh ini Peralatan adalah Aktiva) harus disusutkan nilainya setiap tahun. Karena belinya tgl 1 Okt 2010 maka pada  tahun 2010 nilai penyusutannya hanya 3 bulan yaitu peride 1 okt s.d 31 des 2010.

Oleh karena itu pada Neraca Saldo per 31 Des 2010 harus ditambahkan  perkiraan Biaya Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan dengan jurnal penyesuaian sbb

Biaya Penyusutan                          Rp.1.250
            Akumulasi Penyusutan               Rp.1.250
(  Asumsi biaya penyusutan per th = 20%  secara garis lurus,sehinga biaya penyusutan peride 1 okt s.d 31 des 2010 = 3 bln/12  X  20% X Rp.25.000 )


Jurnal2 penyesuaian tersebut diposting diposting pada neraca saldo  (kolom 5 dan 6)sehingga dapat diketahui Neraca sblm dan stlh penyesuaian  sbb:
                          Neraca Saldo              Penyesuaian               Saldo stlh penyesuaian
No Rek Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Kas 78.500 0 0 0 78.500 0
2 Persediaan 5.000 0 0 0 5.000 0
3 Peralatan 25.000 0 0 0 25.000 0
4 Hutang Bank 0 50.000 0 0 0 50.000
5 Modal 0 50.000 0 0 0 50.000
6 Biaya Sewa 5.000 0 0 2.500 2.500 0
7 Biaya Servis 5.000 0 0 5.000 0
8 Pendapatan servis 0 20.000 0 0 0 20.000
9 Biaya Gaji 1.500 0 0 0 1.500 0
10 Biaya Sewa dibayar dimuka 0 0 2.500 0 2.500 0
11 Biaya Penyusutan 0 0 1.250 0 1.250 0
12 Akumulasi Penyusutan 0 0 0 1.250 0 1.250
13 Hutang Bunga 0 0 0 3.000 0 3.000
14 Biaya Bunga 0 0 3.000 0 3.000 0
JUMLAH 120.000 120.000 6.750 6.750 124.250 124.250


Penjelasan kolom:
- Kolom 3 dan 4 adalah kolom Neraca Saldo (sblm penyesuaian) 
- Kolom 5 dan 6 adalah kolom Jurnal Penyesuaian.
- Kolom 7 dan 8 adalah kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Dari Neraca saldo Setelah Penyesuaian tersebut maka sudah dapat diklasifikasikan mana perkiraan/rekening/akun NERACA dan mana perkiraan/rekening/akun RUGI LABA
Untuk dapat mengklasifikasikan perkiran Neraca dan Rugi Laba maka dalam lembar lajur diatas perlu ditambah 4 kolom lagi. Setelah ditambah 4 kolom untuk mengklasifikasikan Perkiraan Neraca dan Rugi Laba maka Lembar Lajur tersebut disebut NERACA LAJUR atau WORK SHEET atau LEMBAR KERJA  untuk penyusunan Laporan Keuangan yg lengkap.

Untuk melihat Work Sheet yg lengkap Klik disini

Catatan: aturan akuntansi adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar